Tata Nama Serta Contoh Senyawa Ion Poliatomik Asam dan Basa

Senyawa ion poliatomik adalah senyawa yang mengandung lebih dari satu atom yang membentuk ion dalam suatu senyawa. Senyawa ion poliatomik ini dapat dibagi menjadi senyawa ion poliatomik asam dan basa. Berikut ini akan dijelaskan tata nama serta contoh senyawa ion poliatomik asam dan basa.

Senyawa Ion Poliatomik Asam

Senyawa ion poliatomik asam adalah senyawa yang memiliki ion asam (H+) dan ion poliatomik negatif. Tata nama dari senyawa ion poliatomik asam adalah dengan menambahkan awalan asam pada nama ion poliatomik negatif tersebut.

Contoh senyawa ion poliatomik asam antara lain:

  • Asam sulfat (H2SO4)
  • Asam nitrat (HNO3)
  • Asam fosfat (H3PO4)
  • Asam karbonat (H2CO3)

Senyawa ion poliatomik asam memiliki sifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati.

Senyawa Ion Poliatomik Basa

Senyawa ion poliatomik basa adalah senyawa yang memiliki ion basa (OH-) dan ion poliatomik positif. Tata nama dari senyawa ion poliatomik basa adalah dengan menambahkan awalan hidroksida pada nama ion poliatomik positif tersebut.

Contoh senyawa ion poliatomik basa antara lain:

  • Ammonium hidroksida (NH4OH)
  • Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
  • Besi(III) hidroksida (Fe(OH)3)
  • Aluminium hidroksida (Al(OH)3)

Senyawa ion poliatomik basa dapat digunakan sebagai bahan kimia dalam industri dan juga dalam pengolahan air limbah.

Kesimpulan

Senyawa ion poliatomik asam dan basa memiliki tata nama yang berbeda tergantung pada ion yang terkandung di dalamnya. Senyawa ion poliatomik asam memiliki ion asam (H+) dan ion poliatomik negatif, sedangkan senyawa ion poliatomik basa memiliki ion basa (OH-) dan ion poliatomik positif. Beberapa contoh senyawa ion poliatomik asam antara lain asam sulfat, asam nitrat, asam fosfat, dan asam karbonat. Sedangkan contoh senyawa ion poliatomik basa antara lain ammonium hidroksida, kalsium hidroksida, besi(III) hidroksida, dan aluminium hidroksida. Penggunaan senyawa ion poliatomik harus dilakukan dengan hati-hati karena beberapa senyawa memiliki sifat korosif dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.