Teori-teori tentang Faktor Penyebab dan Contoh Perilaku Menyimpang atau Penyimpangan Sosial

Perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial merupakan perilaku yang bertentangan dengan norma dan nilai dalam masyarakat. Perilaku tersebut dapat berupa tindakan kriminal, penggunaan narkoba, perjudian, tindakan kekerasan, dan lain sebagainya. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menjelaskan faktor penyebab perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial.

Teori Strain atau Kestresan

Teori strain atau kestresan menyatakan bahwa perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial terjadi karena adanya ketidakcocokan antara tujuan yang ingin dicapai dengan sarana yang dimiliki. Contohnya, ketika seseorang ingin memperoleh uang untuk membeli barang-barang yang diinginkan namun tidak memiliki sarana yang memadai, maka ia akan cenderung melakukan tindakan kriminal atau penggunaan narkoba untuk memperoleh uang tersebut.

Teori Labeling atau Penandaan

Teori labeling atau penandaan menyatakan bahwa tindakan menyimpang atau penyimpangan sosial terjadi karena adanya label atau stigma yang melekat pada seseorang. Contohnya, seseorang yang pernah dihukum karena tindakan kriminal akan sulit mendapat pekerjaan karena dianggap tidak dapat dipercaya.

Teori Kesempatan

Teori kesempatan menyatakan bahwa tindakan menyimpang atau penyimpangan sosial terjadi karena adanya kesempatan yang tersedia. Contohnya, ketika seseorang memiliki kesempatan untuk mencuri di suatu tempat yang tidak terjaga, maka ia akan cenderung melakukan tindakan tersebut.

Teori Pengendalian Sosial

Teori pengendalian sosial menyatakan bahwa tindakan menyimpang atau penyimpangan sosial terjadi karena kurangnya pengendalian sosial yang memadai. Contohnya, ketika masyarakat tidak memberikan sanksi yang memadai terhadap tindakan kriminal, maka tindakan tersebut akan semakin marak terjadi.

Contoh Perilaku Menyimpang atau Penyimpangan Sosial

Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial:

1. Kriminalitas, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan lain sebagainya.

2. Penggunaan narkoba, seperti ganja, sabu-sabu, kokain, dan lain sebagainya.

3. Perjudian, seperti togel, poker, blackjack, dan lain sebagainya.

4. Tindakan kekerasan, seperti perkelahian, pemerkosaan, penganiayaan, dan lain sebagainya.

5. Pelecehan seksual, seperti pelecehan terhadap anak, pelecehan terhadap perempuan, dan lain sebagainya.

6. Penipuan, seperti penipuan online, penipuan investasi, penipuan kartu kredit, dan lain sebagainya.

Penutup

Perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial merupakan masalah yang serius dalam masyarakat. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menjelaskan faktor penyebab perilaku tersebut, seperti teori strain, teori labeling, teori kesempatan, dan teori pengendalian sosial. Selain itu, beberapa contoh perilaku menyimpang atau penyimpangan sosial juga telah diberikan sebagai referensi. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut agar masyarakat dapat hidup dalam keamanan dan ketentraman.